se·rum /sérum/ adalah komponen cair dari darah manusia atau hewan yang tersisa setelah proses penggumpalan darah. Serum mengandung berbagai macam zat penting, seperti protein, enzim, hormon, elektrolit, dan nutrien lainnya. Serum diperoleh dari darah yang telah diambil dan dibiarkan mengendap sehingga terbentuk lapisan gumpalan di atasnya. Lapisan gumpalan tersebut kemudian diambil atau dipisahkan dari bagian cairan di bawahnya, yang merupakan serum.
Serum sering digunakan dalam berbagai pengujian laboratorium medis untuk mendiagnosis kondisi kesehatan, memonitor pengobatan, dan mendapatkan informasi tentang fungsi organ-organ tubuh. Contohnya, uji darah rutin seperti profil lipid, fungsi hati, dan fungsi ginjal dilakukan dengan menganalisis komponen-komponen dalam serum.
Selain itu, serum juga digunakan dalam penelitian dan pengembangan di berbagai bidang ilmu, termasuk biologi molekuler, imunologi, dan ilmu farmasi. Serum darah dari hewan atau manusia yang telah terpapar suatu penyakit atau kondisi tertentu dapat digunakan untuk mempelajari respons imun dan mencari tanda-tanda biomolekuler yang berkaitan dengan penyakit atau kesehatan. Mengandung berbagai macam informasi tentang kesehatan seseorang, termasuk tingkat enzim, hormon, elektrolit, dan protein. Pengujian serum dapat memberikan petunjuk penting tentang kondisi kesehatan seseorang.
Penting untuk dicatat bahwa serum berbeda dengan plasma darah. Plasma adalah komponen cair dari darah yang diperoleh setelah darah diambil dan dicentrifugasi sebelum proses penggumpalan terjadi. Plasma masih mengandung zat penggumpal darah, sedangkan serum tidak memiliki zat penggumpal karena proses penggumpalan telah dihindari dalam pengambilannya.




